Baiknya

July 30th, 2008 by kikiamadon

Kehilangan dirimu
Menyakitkan nurani
Separuh nyawa terbawa
Menyisakan perih di hatiku

Baiknya semua kenangan yang teridah

Tak ku balut dengan tangis
Baiknya setiap kerinduan yang merajam
Tak kuratapi penuh penyesalan

Ku hanya terus berharap
Ini bukan kenyataan
Kau pergi tinggalkan dunia fana
Akhiri kisah asmara kita berdua

Reff:
Baiknya semua kenangan yang terindah
Tak ku balut dengan tangis
Baiknya ku lepas kan
Sgala kepedihan tuk merelakan mu

Benarkah semua ini terjadi
Betapa ku mencintai dirimu
Ku tak kuasa menahan kesedihan
Yang begitu dalam

Aku, Kue dan John

May 13th, 2008 by kikiamadon

Selasa, 13 Mei 2008, Kamar nomor 3, Pondok Puri Ciawi, menjelang pukul 12

Malam ini, seperti 2 malam sebelumnya, diriku disibukkan dengan tugas-tugas kuliah yang ternyata menguras tenaga dan konsentrasi (Modul 8, John Robertson). Melelahkan, tapi yah mau gimana lagi…Banyak sekali yang harus diselesaikan. Terutama merapikan paper yang akan diserahkan dan mengeprintnya. menyebalkan sekali.

Biasanya, sejak 2 hari yang lalu, aku selalu ditemani seseorang. tapi mungkin malam ini dia lelah. hehehhe kasihan juga sih…terlebih tadi abis di RS. Istirahat y bu…jangan kau ikuti si pak beruang ini tidur malem mulu. heheheh

Tapi ada yang unik malam ini. Sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada dikamarku. Sebuah tabung putih bertutup hijau. Diatasnya bertuliskan RAI Nutrition. Tapi tar dulu, isinya bukannya nutrisi fitnes produksi oom Ade Rai.

Isinya adalah kue kering. Menurut si pembuatnya (hehehe) kue tersebut terbuat dari Oat, cokelat putih dan gula diet. Jadi sudah dipastikan sehat sekali. hehehe…
Bentuknya? jujur, gak menarik sama sekali. hahahaha (maaf yah bu segini jujurnya). Tapi rasanya? enak banget. dari tadi sore (sejak kue ini tiba) sudah cukup banyak kue ini aku nikmati. Tidak terasa sudah habis setengahnya hahahaha (laper mas?) akhirnya kini diriku harus mengirit-irit untuk menikmatinya.

So, jadilah diriku malam ini. Hanya ada aku, kue dan John Robertson (tugas kuliahku-red)

Terus belajar

May 9th, 2008 by kikiamadon

10 Mei 2008, Pukul 00.30 WIB
Hmm lagi gak tau mau melakukan apa malam ini. Sejumlah kewajiban yang harus aku lakukan secara berangsur mulai berkurang. Sekarang tinggal persiapan buat performance OrangeBox di Fikom Unpad minggu (11 Mei 2008).
Entah napa malam ini serasa sepi sekali. Biasanya ada yang nemenin ampe pagi (heheheh) tapi mungkin dia lelah. Iya lah lelah dudung, orang tiap hari melek ampe pagi bersama. But somehow i miss the situation.
Jantung entah kenapa berdegup kencang sekali beberapa hari terakhir. Mungkin karena performance nanti hehehehe. Maklum, ini performance yang cukup menarik.Semoga nanti bis dilalui dengan baik.
Satu yang aku sadar apa yang aku lakukan terus menerus selama seminggu ini adalah aku terus belajar. Belajar untuk mengendalikan emosi, menghapus luka-lukaku dan kekecewaanku. Juga belajar untuk membuka hati kembali setelah trauma panjang. Yup, hidupku jadi lebih ringan saat ini. Nothing to loose to be faced. Tapi tetep semoga Allah melindungi.

Meet the Legend

April 26th, 2008 by kikiamadon

Senin lalu (21 April 2008) aku dan band (orangebox) melalukan professional track recording pertama kami untuk lagu "Dia" yang telah lama kami tulis. Jadwal yang rencananya pukul 4 sore, terpaksa di undur sampai pukul setengah 9 sore dikarenakan komputer yang akan digunakan untuk melakukan mixing dan proccessing mengalami error sehingga harus mengalami instalasi ulang. Jujur, aku dan band sedikit bete dan suntuk mengetahui hal tersebut dan terpaksa kami harus menunggu lama.
Namun, sekitar pukul 5, kami dikagetkan oleh kedatangan sejumlah pria berumur yang datang untuk latihan di studi yang biasa kami gunakan untuk latihan. Cukup tua kalo menurutku. Bahkan vokalisnya usianya sekitar 50 tahun lebih. Dan kiranya cukup aneh bila para orang tua ini latihan di Jatinangor (dimana Bandung mungkin mempunyai fasilitas yang lebih baik) Beberapa wajah mereka nampak tidak asing. Imaginasi langsung merujuk pada masa ketika saya masih kecil dimana banyak band-band seperti eksodus dan kawan-kawan masih malang melintang.
Tadinya kami gak terlalu hirau akan latihan mereka, karena pada saat yang sama kami dipusingkan dengan komputer yang error.
Namun (hehehehehe) kami tersentak dan langsung berlari menuju ruang operator untuk melihat para orang tua itu latihan. Ya Allah, ternyata mereka main keren banget…lagu-lagu seperti highway, Dust in the Wind, dan lagu-lagu rock ballads lainnya dibawakan dengan mantab oleh mereka. bening, bersih dan keren…
Setelah mereka keluar, kami pun berkenalan dengan mereka yang ternyata bassist nya bisa aku kenali dengan baik. yup, dia Donny Valentino. Salah satu bassist band-band jaman ABG (Angkatan Babe Gw). Senang berbicara dengan mereka. Merekapun dengan senang hati berbgai pengalaman mereka. Wah, jadi nampak semangat nih…Sebelum pamitan, Mas Donny memberikan kartu namanya dan bilang kalo mau, kami diminta untuk mengirimkan CD Demo kami supaya dapat di putar di MGT Radio (tempat Mas Donny bekerja saat ini). Bukan hanya diputar, namun apabila nanti ada acara, kami pun akan di undang untuk manggung. Wah kesempatan yang gak akan kami sia-siakan tentunya. Gak sia-sia ternyata hari itu kami berada disana. Mom, Dad, I meet the legend!

Memaknai Hidup

April 18th, 2008 by kikiamadon

Rabu, 16 April 2008 yang lalu aku (dan orang tua) pergi ke Ratu Plasa di daerah Jakarta Selatan (deket senayan). Sangat jarang sekali sih sebenarnya kami pergi ke daerah jakarta selatan. Selain karena rumah kami yang sudah tidak lagi di Jakarta Pusat, nyaris sekali sudah tidak ada sanak saudara. Jadi yah, setelah kurang lebih 5 tahun, akhirnya aku bisa main-main lagi kesini.
Au kesini bukannya tanpa alasan. Seminggu sebelumnya, aku kesini bersama bapak untuk service laptopku yang 2 minggu yang lalu tersambar petir. Melelahkan, tapi yah, mau bagaimana lagi? Tanpa laptop, bagaimana aku kerja dan kuliah?
Dari parkir, kami langsung menuju Lobby (parkir di Ratu Plasa ternyata menyebalkan, terlalu banyak jalan keluar). Kami langsung menuju Acer Service Center untuk mengamil laptopku.
Selama di Ratu Plasa, ada hal yang ternyata sangat menarik bagiku untuk berdiskusi dalam hatiku. Aku melihat sekelilingku ramai dengan orang yang kira-kira mungkin seusia denganku. Dibandingkan denganku (yang memakai jogging sweeter dan celana jeans sobek-sobek), mereka berpakaian lebih rapih dan klimis. Kemeja panjang dengan celana bahan yang klimis banget. Wajah yang bersih dan terawat. Aku langsung berkata dalam hati, ini lah yang disebut Eksekutif Muda.
Sejenak aku berpikir, mungkin ini yang menjadi idaman para sarjana saat ini. Lulus kuliah, kerja di perkantoran elite di Jakarta. Berpenampilan terawat, memegang Handphone terkini. dengan pakaian dari merk-merk ternama. Aku yakin, hampir semua freshgraduate memimpikan hal ini. Mereka nampak begitu menikmatinya.  Selamat datang dalam kehidupan modern.
Melihat lingkungan ini, yang terlintas dipikiranku justru sebaliknya. Semakin aku kiranya tak tertarik sedikitpun menjadi mereka ini. Aku berbisik, "ini bukan duniaku"
Ada sesuatu yang aneh bagiku. Sejumlah pertanyaan mengalir dengan deras. Pertanyaan utamaku adalah, apakah ini makna hidup yang mereka cari?
Aku bertanya pada mama, "apa sih ma yang dicari dalam hidup? Mama sendiri ingin aku seperti apa? Seperti mereka ini, atau mama biarkan aku memilih sendiri?"
Beliau hanya berkata, kebahagiaan, itu yang yang harus aku cari. apapun diri aku natinya. Aku pun tersenyum mendengarnya. ternyata beliau begitu bijak.
Apa sih yang sebenarnya kita cari dalam hidup? Apakah dengan menjadi kaya? menjadi terkenal? atau menjadi eksekutif muda?
Insya Allah, bagi aku saat ini, aku mencari kebahagiaan yang lebih sifatnya imateri. Kebahagiaan yang ternyata tidak mudah untuk didapat dibanding kebahagiaan materi.
Bagi gw, hidup menjadi terlalu fana bila bila kita hanya melihat dari sudut pandang materi. Semoga hal ini tidak menjadikan gw takabur. Astagfirullah (bila memang aku salah).
Hidup itu punya makna. Pernahkah kita bertanya alasan kenapa kita dilahirkan? saya yakin, bukan karena supaya kita menjadi kaya, supaya kita menjadi elit, tetapi sebuah alasan yang lebih agung dibanding itu semua, yaitu hidup kita punya tujuan yang datangnya dari Ilahi.
Coba kita sejenak bercermin, sudahkah kita bermanfaat bagi orang lain saat ini? Adakah kita telah membuat kebahagiaan bagi orang lain?
Satu hal yang sangat dan selalu ingin aku lakukan dalam hidup ini adalah mempunyai manfaat bagi orang lain. Ingin sekali menjadi sebuah sapu tangan yang menghapus setiap tetes airmata yang ada. Ingin sekali menjadi tangan yang menarik seseorang dari kejatuhan atau kegagalan. Dan aku tidak menemukan itu semua bila aku hanya menjadi seorang pegawai dikantoran. Walau aku digaji berjuta-juta, tapi aku tidak akan menemukan kebahagiaan yang aku cari. Dan aku percaya, Allah akan selalu bersamaku untuk mencari kebahagiaan itu.

Aku Rasakan….

March 9th, 2008 by kikiamadon

10 Maret 2008. Pukul 01.30 WIB. Kamar Nomor 3 Pondok Puri Indah Ciawi

Hmh…Beberapa bulan terakhir menjadi perjalanan terberat dalam hidupku. Banyak peristiwa yang membuatku lelah, bingung, marah dan sebagainya. Satu pergi, yang lain datang. Begitu saja setiap harinya. Capek…sungguh…Gak tau mau kemana, mau apa dan untuk apa? Pertanyaan-pertanyaan itu terus menerus menghantuiku. Aku jadi berpikir, ini yang disebut cobaan terberat dalam hidupku hingga saat ini.

Pikiran ini tidak henti-hentinya bekerja keras. Mulai dari mengakhiri semua kisah kasih yang ada dalam hidupku, hingga baru-baru ini harus menghadapi "segerombolan orang tua berpikitan bocah" dikostan yang sangat kekanak-kanakan di usia yang sudah dibilang sangat dewasa. Usia yang bisa membuahi, namun kok seperti masih disuapi yah? No Further Comment lah. Bodo Amat.

Banyak orang tidak mengerti apa yang sedang sekarang ada dalam pikiranku. Tapi kini aku sadar apa yang sedang aku jalani. Aku menghadapi kondisi-kondisi yang ternyata belum dewasa dalam berpikir. Beberapa bulan ini, aku dihadapi oleh masalah-masalah yang sebenarnya sederhana (namun karena orang-orang yang kuhadapi tidak berpikir dewasa) maka masalah ini jadi "seakan-akan" besar. Aku gak bilang aku lebih dewasa dari mereka, tapi mungkin memang mereka belum dewasa. Sama aja. Di kampus, Kostan, sama saja. Childish

Mungkinkah ini bukan lagi lingkungan aku? Mungkin, memang baiknya aku beranjak kedalam lingkungan lain yang lebih bisa menerima pemikiran-pemikiran aku?

Bila sejenak aku melihat kebelakang, aku sadar, bahwa aku memang dewasa terlalu cepat. mungkin karena sejak kecil aku sedikit sekali memiliki teman yang seumuran. rata-rata semua sudah dewasa (bahkan dewasa sekali). Jadi, memang kondisi ini sudah ada sejak dulu. tapi baru sekarang baru bermasalah.

Entahlah…

Setiap hari aku melihat keluar kamar, aku bingung. Aku seakan-akan di negeri yang sangat asing. Disekitar aku, penuh orang-orang yang menginterpretasikan hidup sesukanya. Aku jadi takut. Karena aku melihat anarkisme yang menyesatkan. Anarkisme yang melihat diri pelakunya adalah kebenaran. Dan memperlakukan hal itu atas nama kelompok. Damned!!! Buru-buru lulus lah! Jangan terlalu lama menyandang gelar mahasiswa! Proses pendewasaan anda sudah terlambat.

Malam ini aku kemudian merenung dan merenung. Kondisi ini membuatku serasa kerdil. Aku tidak berkembang. Aku yang telah bermain-main dengan kedewasaan selama ini, bahkan tidak memulai langkah pendewasaan selanjutnya. Aku gerah, gelisah. Mau kemana aku?? Dikala banyak orang takut untuk menjadi dewasa, aku justru tak sabar lagi. Karena, kedewasaan mengajarkanku untuk menghadapi hidupku kedepan. Kedewasaan mengantarku bertanggung jawab atas sejumlah orang. Semoga dengan kedewasaan pula, aku diantarkan menuju Allah…

Huh…masih terdengar suara-suara itu. Andaikata, waktu yang mereka buang digunakan untuk sesuatu yang berguna, aku percaya mereka tidak akan seperti ini.

Huh… Aku jenuh, bosan dan suntuk dengan ketidakdewasaan yang aku hadapi dari lingkungan aku!!! Tak terbayangkan masa depannya.

Sekarang, aku akan memulai sesuatu yang baru. Rizki Ananda Ramadhan, saat ini, akan menorehkan sebuah catatan penting dalam hidupnya. sebuah catatan baru diatas lembaran putih. Sebuah bab baru. Semoga Allah bersamaku untuk semua ini. Amien ya Rob…………..

Inspiring Story part I

February 24th, 2008 by kikiamadon

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?". "Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"."Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat. "Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?".
Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak
>
> menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. "Kalo
satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa
digaji Rp.
40.000,- dong" katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew. Tetapi Sarah tidak beranjak.
Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?". "Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
"Tapi Papa…". Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya
mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15..000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,
"Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang
malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp.
5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew.
"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau udah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8.. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga
puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga.
Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp. 15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp.. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.
5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

Dan Aku pun Kembali ke Kawah Putih

February 14th, 2008 by kikiamadon

Setelah sekian lama, akhirnya aku pun kembali ke tempat terindah dalam hidupku hingga saat ini, yaitu Kawah Putih Ciwidey. Aku dan teman-teman S-2 Studi Pertahanan ITB dengan konvoi sepeda motor menuju lokasi. Sudah lama sekali aku ingin ke tempat ini. Satu-satunya tempat yang membuat aku ingin kembali. Ibarat Ibu yang memanggil puteranya untuk pulang.

Sudah sejak dari 2007 diriku ingin kembali ketempat ini. Bahkan malam tahun baru pun tadinya aku punya rencana untuk kembali kesana. Berbagi keindahannya dengan seseorang. Sayang sekali, seseorang tersebut kini telah menghapus dirinya sendiri dari hidupku…

Tidak ada kenangan akan peristiwa tertenti di kawah putih. Tapi, entah kenapa aku selalu ingin kembali…Pemandangannya yang monoton, justru membuatku jatuh cinta akan tempat ini. tidak ada warna lain selain putih, biru dan cokelat muda.

Bertahun-tahun aku bertanya, apa yang membuat tempat ini spesial bagi aku? Dan akhirnya pertanyaan itu pun kini terjawab. Hampir setiap aku kesini, aku sedang dalam masa kebimbangan. kesedihan yang mendalam. sakit hati yang beraroma…di tempat ini aku seakan-akan berkomunikasi dengan penciptaku. Dan hari itupun aku merenung.

Aku merenungkan perjalanan yang telah aku alami hingga saat ini. kesedihanku akhir-akhir ini, hinggga orang tuaku. semuanya melintas secara singkat dalam pikiranku.

Aku pun meneteskan air mataku. aku sadar bahwa Allah telah mengujiku. membuatku kembali mengingat apa makna hidupku. Bayangan mama dan papa melintas betapa aku telah meninggalkan mereka untuk waktu yang cukup lama. hanya untuk sesuatu yang kemudian justru menyakitkan aku….maafkan aku….

Disaat itu pula kutemukan semangat baru hidupku. Membulatkan diri dan hatiku, hidupku harus lebih bermakna. punya manfaat bagi orang banyak…Semoga itu semua menjadi akhir dari hidupku nanti
amin….

TUGAS HI KAWASAN

October 11th, 2007 by kikiamadon

TUGAS HI KAWASAN

A. Sumber Buku:

Falk, Richard A. and Mendlovitz, Saul H. 1973. Regional Politics and World Order. San Francisco: W.H. Freeman and Company. Halaman 355-430

B. Petunjuk Umum:

Buat Review (Bukan Resume) dari sub-sub bab buku diatas. 1 kelompok, 1 sub bab. Gunakan (minimal) 5 (buku/artikel) sebagai alat bantu anda untuk mengkritisi artikel sub bab dari buku tersebut.

C. Petunjuk Khusus:

- Buat 5 kelompok (4 kelompok untuk angkatan 2006, 1 Kelompok untuk yang mengulang/angkatan sebelumnya)

- Jumlah tiap anggota kelompok angkatan 2006 harus proporsional (relatif sama) dan tidak boleh berbeda maksimal 2 orang dari anggota kelompok lainnya

- Tiap kelompok membahas setiap sub bab yang terdapat dalam buku tersebut. Yang mengulang/angkatan sebelumnya, kerjakan sub bab ke lima.

- Kertas A4, Arial 11, Margin (atas, bawah dan samping) 3, Spasi 1, minimal 5 halaman, Nomor halaman dan cover harus jelas. Cover dan daftar pustaka tidak termasuk perhitungan.

- Tidak ada spasi antar paragraph, sub bab atau usaha apapun yang berusaha untuk menghabiskan halaman yang membuat review tidak memiliki estetis. Spasi hanya diperbolehkan menurut buku petunjuk UNPAD atau sistematika penulisan ilmiah yang umum.

- Sumber kutipan harus jelas (footnote, daftar pustaka). Adapun Tabel dan gambar harus ditempatkan sebagai lampiran dibelakang dengan tidak diperhitungkan sebagai jumlah halaman yang ditugaskan.

- Review harus jelas arahan, pembabakan, dan alur pembahasannya. Terdiri atas pendahuluan, isi dan penutup.

- Tugas harus dikumpulkan pada tanggal 26 Oktober 2007 sebelum pukul 22.00 WIB (Bandung) ke kiki_amadon2000@yahoo.com. Jika tepat atau lewat dari pukul 22.00 masuk ke Inbox, tugas akan ditolak sama sekali. Disarankan untuk mengumpulkan dibawah pukul 20.00 WIB.

- Review yang tidak memenuhi ketentuan diatas (apapun kadar kekurangannya, kecuali waktu pengumpulan), akan ditolak dan diberi waktu 2 hari untuk mengumpulkan ulang dengan pengurangan nilai 25%

- Pada pertemuan pertama pasca liburan, review akan dipresentasikan dengan tiap kelompok diwakili oleh dua orang untuk mempresentasikan. Sisa anggota kelompok menjawab pertanyaan ketika diskusi. Tanpa powerpoint. Disampaikan dengan lisan tanpa membaca, hanya dibantu oleh Que Cards.

- Tugas ini merupakan syarat untuk turut serta pada UTS. Kepada Ketua Angkatan harap segera melaporkan nama-nama kelompok melalui E-Mail

D. Informasi tugas.

Bila ada yang tidak dipahami perihal tugas, dipersilakan untuk menghubungi saya, tapi hanya telephone, tidak sms (berhubung sms saya akan sibuk untuk mengucapkan selamat Idul Fitri pada sahabat, keluarga dan relasi) MOHON ketika telephone sebutkan nama. Saya tidak biasa menerima telephone gelap. Lagipula begitu etikanya.

E. Selamat mengerjakan dan Liburan. Mohon maaf lahir batin

Peran Dalam Pernikahan: Sebuah Perspektif Lain

March 21st, 2007 by kikiamadon

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca tentang kritik seorang mahasiswi jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra di sebuah Universitas Negeri di Bandung. Kritiknya tersebut diarahkan kepada rekan perempuannya yang bercerita tentang bagaimana rekannya tersebut bangga disebut oleh pasangannya sebagai calon istri dan ibu yang ideal bagi keluarga rekan dan pasangannya tersebut nantinya.

Kritik sang mahasiswa adalah kenapa sih peran perempuan sebagai istri selalu di sempitkan sebagai mengurus anak, rumah, memasak, dan lain-lainnya yang selama ini merupakan konstruksi sosial yang sudah relatif usang. Kenapa laki-laki mendapat peran yang lebih baik dalam keluarga (dalam artian hanya mencari nafkah).

Berangkat dari kritik tersebut, muncul dalam pemikiran saya bahwa makna peran atau bahkan pembagiannya (istri dan suami) harus di dekonstruksi. Saya bukanlah seorang feminis, namun saya bukan pula seorang maskulinis. Saya hanya berangkat dari pemikiran rasio, logika dan perasaan.

Saya beranggapan, bahwa peran/pembagian peran/jabatan istri dan suami harus dihapuskan. Pernikahan hendaknya tidak boleh lagi menggunakan istilah istri sebagai peran perempuan dalam keluarga dan juga istilah suami sebagai peran laki-laki. Saya melihat, bila kedua istilah tersebut masih digunakan dalam pernikahan, maka kita akan kembali terjebak akan konstruksi-konstruksi sosial yang patriarkial. Suami berperan sebagai A dan Istri berperan sebagai B dalam keluarga. Hirarki akan kembali terjadi dan diskriminasi atas gender feminis kembali tercipta.

Bagi saya (suatu saat saya menikah nanti) pasangan hidup merupakan konsep yang tepat untuk mengganti kedua istilah tersebut. Pasangan hidup netral dari keberpihakan gender. Terdapat kesetaraan didalamnya. Pahami, bahwa perempuan diciptakan bukan dari tulang kaki karena bukan untuk diinjak-injak, bukan dari tulang kepala/leher untuk menginjak-injak, namun berasal dari tulang rusuk karena mereka dekat di hati dan berada disamping kita (setara).